PENYIMPANGAN AQIDAH & PENANGGULANGANNYA

Oleh: Jamroni **)

(Universitas Islam Indonesia)

Tidak ada kata yang pantas kita ucapkan dalam setiap waktu dan tempat selain puji dan syukur atas rahmatNya, shalawat dan salam semoga senantiasa  dilimpahkan pada junjungan dan  teladan umat manusia yang beriman, Rasulullah saw., beserta keluarga, dan para sahabatnya.

Belakangan ini sering terjadi sikap dan perilaku manusia yang menyimpang dari aqidah yang benar.  Penyimpangan terhadap aqidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan yang nyata, karena aqidah yang benar adalah fundamen dan motivator utama dalam setiap amal perbuatan manusia.

Tanpa aqidah yang benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan atau tuduhan dan keragu-raguan. Lambat laun hal itu akan menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar terhadap jalan hidup kebahagiaan. Pada akhirnya, hidup terasa sempit, jumud, sesak dan gelap yang kemudian tidak jarang berujung pada keinginan untuk mengakhiri permasalahan hidup yang dihadapi dengan jalan pintas, entah bunuh diri, mabuk-mabukan.

Masyarakat yang hidupnya tidak dilandasi oleh aqidah atau keimanan yang benar disebut masyarakat bahimi (binatang), tidak memiliki prinsip kebenaran, tidak memiliki kebahagiaan dalam arti yang sesungguhnya walaupun bergelimang harta dan kemewahan. Bahkan hidupnya semakin mengarahkan pada konsep hidup jahili di era super modern saat ini. Oleh karena itu, semestinya materi itu harus diatur dan diarahkan penggunaannya untuk beramal shalih, sebagaimana firman Allah:

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Mu’minun :51)

“Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan kami Telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Saba’ :10-11)

Berkenaan dengan hal itu, kekuatan aqidah tidak boleh dipisahkan dengan kekuatan madiyah/ materi, karena jika hal ini terjadi maka yang terjadi adalah penyimpangan terhadap fungsi dan kedudukan materi dan akan berubah menjadi alat penghancur dan perusak terhadap nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana terjadi di negara-negara adi kuasa/Barat.

Mengapa terjadi penyimpangan terhadap aqidah shahihah? Ada beberapa hal:

Pertama. Adanya kebodohan terhadap aqidah shahihah. Hal ini dikarenakan manusia/masyarakat enggan mempelajari secara mendalam dan mengajarkan kepada orang lain utamanya generasi muda, sehingga tumbuh generasi yang tidak mengenal aqidah yang benar, akibatnya  mereka meyakini sesuatu yang haq menjadi salah dan yang bathil menjadi tuntunan, sebagaimana perkataan sahabat Umar ibn Khaththab ra.:

إِنَمَا تَنْقُضُ عَرَى الإِسْلَامِ عُرْوَةً إِذَا نَشَاءَ فِى الإِسْلاَمِ مَنْ لاَ يَعْرِفُ الجَاهِلِيَةِ

“Sesungguhnya ikatan simpul islam akan pudar satu demi satu manakala di dalam Islam terdapat orang yang tumbuh tanpa mengenal kejahiliyahannya”.

Kedua. Ta’ashub atau tradisi yang diyakini secara turun-temurun dan dianggap benar walaupun itu bertentangan dengan ajaran Islam. Firman Allah SWT.:

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang Telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami Hanya mengikuti apa yang Telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.

Ketiga. Taqlid buta, yaitu mengikuti atau mengambil pendapat manusia dan menganggapnya sebagai ajaran tanpa mengetahui dalilnya dan menelusuri lebih jauh atau mengambil pendapat ulama dengan tanpa mengetahui dalilnya. Mengambil satu hukum dengan referensi empat madzhab atau lainnya dengan tanpa mempelajari dalilnya,

Keempat. Ghaflah (lalai), yaitu mengabaikan atau melalaikan ayat-ayat Allah yang terhampar di alam raya ini/ baik peringatan ayat qauliyah maupun kauniyah. Bahkan terbuai kemampuan akalnya baik yang berupa teknologi maupun keilmuan, sampai dia mengira bahwa semua yang didapat adalah merupakan hasil kreasi manusia semata, sehingga mereka mengagung-agungkan manusia dan menisbahkan seluruh kemajuan ini merupakan hasil jerih payahnya sebagaimana Qarun yang dicontohkan Allah dalam Al-Qur’an:

Qarun berkata: “Sesungguhnya Aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”.  (QS. Al-Qashash : 78)

Padahal Allah SWT yang telah menciptakan manusia dan apa yang dapat dilakukan oleh manusia:

Padahal Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu“.( QS. Al-Shaaffat: 96)

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan Telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?”

Kelima. Rumah tangga yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan agama, pada umumnya,  rumah tangga sekarang ini kosong dari pengarahan yang benar menurut Islam, padahal orang tua pegang peranan vital. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda:

كل مولد يولد على الفطرة فأبواه يهودنه او ينصرنه او يمجسنه .رواه البخري

Keenam. Keengganan media pendidikan dan media informasi melaksanakan tugas dan perannya sebagai sarana pendidikan sosial, dan moral keagamaan.  Kalaupun seandainya ada maka jumlahnya sangat minim, bahkan terdapat media yang tidak peduli sama sekali. Sedangkan media informasi baik cetak ,maupun elektronik dan dunia maya berubah menjadi sarana penghancur peradaban dan tata nilai sosial kemanusiaan dan moral, dan hanya memfokuskan pada hal-hal yang bersifat profit oriented dan entertainment semata. Dari sini, muncullah generasi yang “telanjang” tanpa senjata dan tak berdaya menangkis kekufuran dan kefasikan yang bersenjatakan sangat canggih dan modern.

*) Diolah dari berbagai sumber

**) Staf Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s