Sinergi Pengelolaan Zakat Berbasis Masjid Kampus

cover jejaring zakat berbasis masjid kampus

Masjid kampus adalah lembaga yang mempunyai potensi tidak kecil. Andaikan setiap masjid kampus dapat mengelola dana zakat masing-masingnya sebesar 3 Milyar, maka dari masjid kampus saja yang jumlah masjidnya mencapai 100 masjid lebih, semestinya dapat terkumpul 300 Milyar per tahun. Jika ini terjadi para pengelola masjid kampus tentu akan dapat lebih banyak berbuat untuk kemaslahatan umat. Ini bukan hal yang mustahil, jika pengelolaan zakat di masjid-masjid kampus dapat dilakukan secara professional dan masing-masingnya dapat bersinergi mengoptimalkan potensinya.

Masjid adalah wadah yang paling tepat untuk difungsikan dalam membangun masyarakat, karena “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Mudah-mudahan mereka termasuk yang mendapat petunjuk” (QS. At Taubah: 18). Para pengelola masjid siap untuk mengambil segala inisiatif yang dipandang perlu dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. Karena itu masjid kampus dapat difungsikan sebagai pusat-pusat aktivitas untuk membangun masyarakat Indonesia, termasuk untuk membina mahasiswa agar memiliki karakter yang unggul.

Untuk melakukan segala aktivitasnya tersebut tentu lembaga masjid kampus memerlukan pendanaan. Biasanya dana tersebut dikumpulkan dari “kencleng” masjid pada setiap shalat jum’at, yang total jumlahnya tidak seberapa. Meskipun seberapapun jumlahnya tetap harus disyukuri, tetapi dengan jumlah dana yang “sedikit” maka masjid tersebut belum dapat berbuat banyak untuk masyarakat. Karena itu pilihannya, masjid harus dapat menggali secara optimal zakat, infak dan shadaqoh dari seluruh jamaahnya serta melebar kepada kaum muslimin di luar jamaah rutin masjidnya, agar dapat melakukan penghimpunan dana yang lebih besar. Masjid Kampus mempunyai keunikan, yakni jamaahnya mengalir setiap waktu seiring dengan lulusnya mahasiswa pada kampus yang bersangkutan. Ini berarti, sesungguhnya jamaah masjid kampus dapat terakumulasi menjadi banyak dan tersebar, sehingga setiap masjid kampus memiliki potensi yang besar. Karena itu, sebaiknya setiap masjid kampus memiliki lembaga amil zakat agar dapat menghimpun ZISKAF dari jamaahnya.

Pengelolaan ZISKAF tidaklah semudah yang dibayangkan. Dari sisi penghimpunan dana diperlukan upaya penyadaran kepada seluruh jamaahnya (stakeholder masjid kampus) agar merasa bertanggungjawab dan keharusan memakmurkan masjid di lingkungan kampusnya, termasuk masjid almamaternya, sehingga pada akhirnya jamaah tersebut merasa berkewajiban membayarkan zakatnya pada masjid kampusnya. Dari sisi pengelolaan dana untuk didistribusikan kepada mustahik atau untuk mendayagunakan dana perlu dirancang program-program pendayagunaan yang terukur, terarah, dan transparan sesuai dengan ketentuan syariah, sehingga mujaki (jamaah yang berzakat) dapat percaya kepada lembaga amil zakat tersebut. Pada akhirnya jamaah masjid kemudian akan merasa berkewajiban untuk berpartisipasi mewujudkan lembaga amil zakat pada masjid kampus menjadi lembaga yang sehat dan professional.

Akhir tahun 2011 telah diundangkan UU Pengelolaan Zakat yang baru, yaitu UU No. 32 Tahun 2011. Pada UU tersebut terdapat dua jenis Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), yaitu (i) organisasi yang dibentuk oleh Pemerintah disebut BAZNAS, yang dibentuk di Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota, serta (ii) organisasi yang dibentuk oleh organisasi masyarakat disebut Lembaga Amil Zakat (LAZ), yang dapat dibentuk di tingkat Nasional, Propinsi atau Kabupaten/Kota yang masing-masingnya diharuskan mempunyai perwakilan di daerah-daerah. BAZNAS maupun LAZ dapat membentuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) di berbagai tempat, termasuk di masjid-masjid.

Setiap masjid berhak memilih dengan BAZNAS atau salah satu LAZNAS yang dipercaya untuk dapat dijadikan mitra masjid tersebut dalam mengelola zakat. Mitra tersebut berkewajiban untuk membina dan mengembangkan model system pengelolaan zakat yang berbasiskan masjid melalui evaluasi rutin, pelatihan, penataran dan lokakarya dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

Lengkap di Buku Sinergi Zakat melalui Jejaring Masjid Kampus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s