Pesan Ramadhan 10 Hari Kedua

veny hadju unhas

Prof. Veni Hadju, FKM Unhas

Pesan Ramadhan 11
Jangan Makan Berlebihan

Dr. Robert C. Atkins, dokter lulusan Cornell University Medical School, 1955, membuat kontroversi dalam bidang gizi melalui bukunya Diet Revolution (1972). Buku ini mendapat perlawanan yg keras dari para pakar kedokteran karena memperkenalkan diet yg bertentangan dgn prinsip diet yg ada. Buku ini ditujukan utk pasien Obesitas yg ingin menurunkan berat badan dalam waktu yg singkat. Dr. Atkins memperkenalkan diet rendah karbohidrat (low carb) dan menaikkan asupan lemak dan protein. Menurut beliau diet pasien obesitas yg fokus pd rendah lemak selama ini tdk membuat rasa nyaman kepada pasien sehingga tdk memberikan hasil yg diinginkan. Selain itu, asupan karbo yg berlebihan akibat pembatasan lemak akan memaksa pankreas bekerja keras dalam menghasilkan insulin. Apalagi penderita obesitas di Amerika masih tetap tinggi (70%) dan kebanyakan gagal dgn diet rendah lemak.
Dr. Atkins, pendiri dan sekaligus direktur The Atkins Center for Complementary Medicine di New York, telah membuktikan kesuksesan revolusi diet dan akhirnya diakui dunia.
Di tahun 1992, di saat sebagian dokter masih menolak, beliau menerbitkan buku barunya New Diet Revolution dgn kisah2 sukses yg berhasil. Buku ini menjadi buku terlaris dalam 5 tahun berturut-turut menurut penilaian New York Times.
Pada dasarnya, pembatasan karbohidrat yg umumnya bersumber dari makanan pokok mengajarkan kita utk tdk makan berlebihan.

Maha benarlah Firman Allah: kuluu wasrabuu walaa tusrifuu, innallaaha laa yuhibbul musrifiin (QS;7:31). Artinya: makan dan minumlah kalian namun jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tdk menyukai org yg suka berlebih-lebihan.

Hindari makan berlebihan saat berbuka dan sahur di bulan mulia Ramadhan ini.

(Pesan 11 Ramadhan 1437H)

Pesan Ramadhan 12
Makanan Seimbang

Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad as-Sayyid, seorang pakar kedokteran dan biofisik, banyak mengkaji hadist2 seputar pengobatan ala Nabi dan menulis ensiklopedia ttg pengobatan alternatif dgn herbal. Dalam salah satu bukunya “at Taghdziyah an-Nabawiyah” (1997) diterjemahkan ke Indonesia “Pola Makan Rasulullah” (2006) beliau memberikan alternatif pengobatan khususnya penyakit degeneratif yg dalam ilmu kedokteran modern umumnya tdk dapat disembuhkan secara sempurna.
Beliau menekankan pentingnya makanan seimbang, baik kualitas maupun kuantitas. Makanan perlu berasal dari binatang (hewani) dan tanaman (nabati). Mereka yg hanya mengkonsumsi tanaman (vegetarian), akan mudah menderita anemia, kurang vitamib B12, besi, yodium, kalsium, seng, dan vitamin D.

Aspek keseimbamgan dalam setiap unsur yg dibutuhkan tubuh akan memberikan jaminan kesehatan bagi manusia. Konsumsi sayuran 3-4 porsi, buah 2-3 porsi, lauk pauk 3-4 porsi setiap hari dinilai adekuat. Batasi minyak (gorengan), makanan/minuman yg manis termasuk soft drink dan garam, serta gunakan banyak bumbu2 alami sebagai penyedap dan sekaligus sumber antioksidan.

Meningkatnya jumlah penderita penyakit degeneratif sep diabetes, hipertensi, dislipidemia dan jantung, sangat dipengaruhi oleh pola makan yg tdk seimbang. Bagi mereka yg sakit dan hanya minum obat saja, akan memberikan masalah lain. Ahli gizi sangat diperlukan dalam keseimbangan asupan karbo, lemak, protein serta berbagai vitamin, mineral, dan suplemen alami berupa bumbu dapur dan herbal.

Maha Benarlah firman Allah: Wassamaa’a rafa’ahaa wawadha’al miizaan. Allaa tathghau fil miizaan. Wa ‘aqiimul wajna bil qisthi walaa tukhsirul miizaan. (QS;55:7-9). Artinya: Langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kalian jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dgn adil dan janganlah kalian mengurangi keseimbangan itu.

Konsumsilah makanan yg seimbang agar tetap sehat dan bugar di bulan Ramadhan ini.

(Pesan 12 Ramadhan, 1437H)

Pesan Ramadhan 13
Belajar dan Berubah

Peter M. Senge, yg memimpin sebuah lembaga Managment di MIT, Boston, Amerika Serikat, menjadi terkenal dgn bukunya The Fifth Disiplin (1995). Buku ini diterjemahkan ke 22 Bahasa dan menjadi buku pegangan bagi mereka yg mengikuti pelatihan Leadership. Buku ini menyadarkan kepada kita ttg pentingnya pembelajaran (learning). Belajar adalah suatu proses yg mengantar kepada perubahan. Belajar harus diikuti dgn praktek yg dilakukan secara kontinyu utk menghasilkan perubahan. Tidak sedikit kita hanya belajar semata (studying=akumulasi pengetahuan) tanpa membawa perubahan. Dalam kehidupan yg terus menerus berubah maka perubahan menjadi satu persyaratan mutlak bagi seseorang atau organisasi utk sukses.

Ramadhan adalah bulan pembelajaran. Praktek puasa, shalat malam, zakat/infak/sedekah, serta mempelajari Al-Quran dilakukan setiap hari selama sebulan penuh. Apabila ini dilakukan dgn benar maka harusnya menghasilkan perubahan. Untuk mencapai kesuksesan manusia memang harus berubah dan perubahan itu harus datang dari dalam diri kita sendiri bukan atas perintah atau paksaan dari luar.

Maha benarlah firman Allah, innallaaha la yughayyiru maa biqaumin hattaa yughayyiruu maa bianfusihim (QS 13:11). Artinya: Sesungguhnya Allah tdk akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri mau merubah nasibnya.

Mari nikmati dan ikuti dengan sungguh2 proses pembelajaran di bulan mulia Ramadhan ini.

(Pesan 13 Ramadhan 1437H)

Pesan Ramadhan 14
Kehidupan yg Baik

Ary Ginanjar Agustian adalah seorang pengusaha yg kemudian beralih mnejadi trainer SDM yg terkenal. Beliau tdk dapat dipisahkan dgn ESQ, Emotional Spritual Quotion.  Jutaan org telah mengikuti pelatihan yg telah diadakan tidak saja di Indonesia namun di beberapa negara. Walaupun menjadikan unsur ikhsan, Rukun Iman dan Rukun Islam sebagai dasar pembelajaran namun pelatihan ini juga diikuti oleh agama lain. ESQ sulses meramu bahasa islam kedalam tatanan masyarakat yg majemuk.

Berbagai penelitian yg mencoba melihat pengaruh kecerdasan emotional dan spritual memberikan hasil yg menggembirakan. Di Amerika Serikat telah diteliti para pengusaha sukses di usia produktif mereka dan diikuti sampai mereka berada pd usia tua. Hasilnya menunjukkan bahwa keutuhan rumah tangga, derajat kesehatan, keamanan finansial dan kebahagiaan serta umur panjang terlihat pada mereka yg menerapkan prinsip kerjasama, kejujuran, kedisiplinan, keadilan, penghargaan, komitmen utk terus belajar dan berubah, serta pelayanan publik yg tinggi saat mereka menjadi pemimpin perusahaan (CEO).
Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emotional dan spritual menjamin kehidupan yg baik di dunia dan tentu ganjaran akan kehidupan akhirat yg jauh lbh baik bila disertai keyakinan yg benar akan Sang Pencipta dan Pemilik alam semesta.

Maha benar Allah atas firmannya, man ‘amilashaalihan min dzakarin au untsaa wahuwa mu’minun falanuhyiyyannahuu hayaatan thayyibatan walanaj ziyannahum ajrahum biahsani maa kaanuu ya’maluun. (QS;16:97). Artinya: Barang siapa mengerjakan kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yg lbh baik dari apa yg telah mereka kerjakan.

Tingkatkan perbuatan baik dan keimanan kita di bulan mulia Ramadhan ini.

(Pesan 14 Ramadhan 1437H)

Pesan Ramadhan (15)
Bergembiralah

Pada saat kita berpikir positif dan bersangka baik, maka dalam sel2 tubuh kita akan keluar sebuah hormon yg disebut dgn beta-endorfin (merupakn jenis endorfin yg paling kuat).  Endorfin memiliki kerja yg sama dgn morfin, karena diproduksi dari dalam tubuh sendiri maka disebut endomorfin atau disingkat endorfin.

Endorfin akan dikeluarkan tubuh saat kita dalam kondisi bahagia dan bergembira sehingga disebut juga hormon kebahagiaan. Mendengarkan bacaan ayat2 suci Al-Qur’an juga dapat meningkatkan hormon kebahagiaan ini.

Seorang mhasiwi S2 Kebidanan Unhas baru2 ini mengukur kadar Beta endorfin pada ibu hamil yg setelah 6 jam menjalani operasi seksio. Setelah pemeriksaan awal, satu kelompok diputarkan surah Ar-Rahman selama 25 menit dan satu kelompok tidak. Setelah perlakukan, diukur kembali kadar beta endorfin. Ternyata, ibu hamil yg diperdengarkan bacaan Al-Quran, mengalami peningkatan hormon endorfin secara bermakna. Hal ini diikuti juga dengan penurunan rasa sakit pasca operasi.

Penelitian yg dilakukan oleh Prof. Dr. dr. Abdel Mahmod El Baidawi menunjukkan bahwa efek Al-Qur’an buat seseorang akan memberikan pengaruh lbh optimal bila keluar dari diri pasien sendiri. Jadi, bisa saja hormon endorfin akan lbh tinggi lagi bila surat Ar-Rahman dibaca oleh ibu sendiri. Seharusnya kita bergembira dengan Al-Quran yg diturunkan Allah di bulan Ramadhan.

Maha benarlah firman Allah, Qul bifadlillaahi wabiramatuhuu, fabizalika falyafrahuu, wahuwa khairum mimmaa taj mauun (QS 10:58).  Artinya: Katakanlah Muhammad, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya (Al-Qur’an) hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan.

Bergembiralah dgn karunia dan rahmat Allah di bulan mulia Ramadhan ini.

(Pesan 15 Ramadhan 1437H)

Pesan Ramadhan (16)
Shalat dan Kesehatan

Prof. Dr. Nashruddin Baidan, Dosen UIN Walisongo, Surakarta, pakar Ilmu Tafsir, menulis buku kecil “Penanggulangan Osteoporosis dalam perspektif Islam” (2009). Buku ini ditujukan utk masyarakat muslim ttg bagaimana gerakan shalat  dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Shalat dgn semua gerakannya, mulai dari takbir sampai salam telah diteliti memiliki manfaat yg sangat besar dalam kesehatan tubuh kita. Penelitian yg telah dilakukan oleh Univerity Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia secara komprehensif telah memperlihatkan shalat yg dilakukan secara teratur setiap hari adalah suatu aktivitas ringan yg begitu besar manfaatnya.
Shalat wajib yg dilaksanakan sebanyak 17 rakaat, plus shalat sunnah yang 39 rakaat termasuk shalat sunnah rawatib (20), dhuha (8), tahajud (8) witir (3). Bila dilengkapi dgn shalat syuruk (2) dan sebelum tidur (2) maka bisa total 60 rakaat setiap hari. Bisa dibayangkan kalau setiap hari kita rukuk 60 kali, sujud 120 kali, duduk dalam posisi istiraj (antara 2 sujud) 60 kali, dst.

Pada posisi tertentu, gerakan shalat dapat memberikan perlindungan terhadap gangguan tulang belakang, memperlancar saluran pencernaan, memperkuat alat reproduksi, memperbaiki pembuluh darah, meningkatkan fungsi paru2, memperlancar aliran darah ke otak, organ penglihatan, pendengaran, dan penciuman, dsb. Sungguh shalat sangat menyehatkan bila dikerjakan dengan baik dan khusyuk.

Maha benar Allah dalam firmannya: wasta’iinuu bishshabri washshalaati wainnahaa lakabiiratun illaa ‘alal khaasyi’iin (QS;2;45). Artinya: Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya shalat itu sungguh berat, kecuali bg mereka yg khusyuk.

Mari tingkatkan terus kualitas shalat kita dalam bulan Ramadhan yg mulia ini.

(Pesan 16 Ramadhan 1437H)

Pesan Ramadhan (17)
Al-Quran sebagai Obat

Abdul Daim Al-Kahil adalah peneliti dan penulis produktif ttg kemukjizatan ilmiah Al-Qur’an dan Sunnah. Salah satu bukunya, ‘Alij Nafaska Bil Qur’an” yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia “Sembuh dan Sehat tanpa Obat; Mukjizat kesehatan dengan Al-Quran dan As-Sunnah (2014). Buku ini menyajikan berbagai bukti ilmiah yg memperlihatkan bagaimana Al-Quran merupakan obat bg penyakit pd manusia.

Suara yg keluar dari tenggorokan akan ke udara dan kemudian masuk melewati telinga dan seterusnya tersampaikan ke seluruh sel dalan tubuh kita. Suara yg terdengar dengan irama dan frekuensii tertentu mengandung informasi spesifik shgga dapat memberi rangsangan kepada sel. Al-Quran yg tersusun secara sistematik dgn irama dan pengulangan kata yg serasi ternyata memiliki informasi yg spesifik pd setiap ayatnya. Dengan informasi spesifik ini bisa membuat sel yg sakit menjadi sembuh.

Hasil penelitian yg telah dilakukan memperlihatkan bahwa sel2 darah merah yg dibacakan ayat2 Al-Qur’an memperlihatkan respon tertentu. Peneliian lainnya mrmperlihatkan sel-sel kanker menjadi normal kembali dgn bacaan ayat Al-Quran tertentu.  Disamping itu penelitian memperlihatkan bahwa media paling baik utk informasi Al-Qur’an adalah air, madu dan minyak zaitun. Itulah sebabnya para orang tua dulu biasanya membaca Al-Qur’an pada air dan memberikannya pd orang sakit dan sembuh.

Maha Benarlah firman Allah, ” Yaa ayyuhannas, qad jaa atkum mau izatummirrabbikum, wa syifaa’u limaa fissudur (QS:10:57). Artinya: wahai manusia telah datang kepadamu pelajaran Al-Quran dari Tuhanmu, obat bagi penyakit dalam dadamu”

Sudahkah kita menyehatkan tubuh kita dengan membaca dan atau mendengarkan Al-Qur’an di bulan mulia Ramadhan ini?

Pesan 17 Ramadhan 1437H

Pesan Ramadhan (18)
Hindari Kecemasan

Para ahli sependapat bahwa kecemasan adalah sesuatu yg berdampak buruk terhadap kesehatan. Saat cemas akan sesuatu yg nanti terjadi dalam hidupnya maka akan dikeluarkan hormon noradrenalin. Hormon ini termasuk hormon dgn tingkat keracunannya berada pd urutan ke dua setelah racun ular berbisa. Tubuh akan mengeluarkan racun ini pada jumlah tertentu dan umumnya akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui mekanisne enzimatik. Namun, apabila kecemasan berlangsung lama maka racun ini tdk dapat dikeluarkan semuanya shgga akan menyebabkan gangguan pd organ2 penting dalam tubuh kita.

Rasulullah mengajarkan kepada kita tentang doa agar terhindar dari kecemasan, Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal huznii (Ya Allah lindungilah aku dari rasa sedih dan rasa cemas).
Kecemasan umumnya terjadi pada mereka yg derajat keimanannya menurun. Mereka ragu akan janji Allah thdp balasan org beriman dan beramal saleh. Allah berulangkali mengingatkan hamba-Nya dalam Al-Qur’an bahwa mereka yg beriman dan mengikuti petunjuk-Nya akan terjaga dari rasa sedih dan rasa takut/ cemas.

Maha Benarlah firman Allah: Falya’buduu rabba haadzalbaiti. Alladzii ath ‘amahum min juu’i wa aamanahum min khauf (QS;105:3-4). Artinya: maka hendaklah mereka menyembah Rabb Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kpd mereka utk mebghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.

Yakinlah, bahwa iman yg kuat akan menghilangkan rasa cemas kita akan sesuatu di masa depan.

Pesan 18 Ramadhan 1437H.

Pesan Ramadhan (19)
Keterampilan Mendengar

Dr. Muhammad ‘Abd Al-Rahaman Al-‘Arifi adalah seorang aktifis dakwah dan  penulis produktif. Salah satu bukunya adalah “Enjoy Your Life” (2008).  Dalam buku ini kita diajarkan tentang berbagai ketrampilan dalam hidup ini termasuk berhubungan dgn orang laiin (inter-personal skills). Salah satu ketrampilan yg harus kita miliki adalah ketrampilan mendengar.

Para ahli sepakat bahwa indra pendengaran adalah indra yg paling vital dalam hidup ini. Penelitian oleh Dr.  Alfred Tomatis, seorang ilmuwan Perancis, selama 50 tahun memperlihatkan betapa telinga punya peran yg besar terhadap keseimbangan seluruh sel2 dalam tubuh kita.  Kalau kita mendengar nasehat (ajakan positif) dgn baik maka getaran yg masuk ke sel-sel tubuh kita akan memberikan kebaikan buat kita.

Banyak org yg gagal karena kurang mendengar. Banyak org yg berbuat kelalaian terus menerus karena tdk memfungsikan pendengarannya dgn baik. Banyak org yg menutup pendengarannya karena merasa diri benar dan lbh baik dari org lain.  Banyak juga org yg memfungsikan pendengarannya utk hal2 yg menjauhkan dirinya dari petunjuk Allah. Suara yg masuk ke telinga kita seharusnya menjadikan kita dekat kepada perintah Allah. Jangan sampai Allah akan memberikan cobaan hidup karena perbuatan kita bahkan Allah telah mengancam dgn azab yg pedih bg mereka yg mengingkari petunjuk-Nya.

Maha Benar Firman Allah: khatamallaahu ‘alaa quluubihim wa’alaa sam’ihim wa’alaa abshaarihim ghisyaawatun walahum ‘adzaavun ‘azhiim. (QS;3:7). Artinya: Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka (orang kafir), penglihatan mereka telah tertutup dan mereka akan mendapat azab yg sangat berat.

Dengarlah nasehat sebanyak-banyaknya di bulan mulia Ramadhan ini.

Pesan 19 Ramadhan 1437H

Pesan Ramadhan (20)
Merencanakan Hidup

Penelitian pada manager (CEO) yg sukses dalam karir mereka di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka adalah orang2 yg melakukan perencanaan dgn baik. Disamping itu, mereka juga selalu punya waktu utk mengevaluasi dirinya paling sedikit 30 menit setiap hari, yg umumnya dilakukan di malam hari.

Merencanakan hidup tdk bisa dipisahkan dari mimpi (Visi) yg dibangun oleh setiap individu. Hellen Keller, seorang tunanetra, pernah berkata: sungguh sangat ironis, mereka yg punya kemampuan melihat, namun tdk memiliki visi. Sangat sulit merencanakan hidup yg baik bila visinya tdk jelas.

Orang beriman visinya jelas yaitu menempati surga  yg tertinggi di akhirat kelak. Utk mencapainya, kita harus merencanakannya dgn baik. Tentu, tdk kalah pentingnya, mengevaluasi amal2 perbuatan kita Jangan sampai kita sdh merasa berbuat banyak namun ternyata msh sangat sedikit. Bisa juga kita sdh merasa cukup tapi hanya menurut pikiran kita (dengan ilmu yg terbatas), bukan menurut apa yg dikehendaki Allah. Karena hidup ini hanya sekali, maka kita harus bisa menjadi manager yg terbaik dalam kehidupan ini.

Maha benar Firman Allah: yaa ayyuhalladziina aamanuyttaqullaha wal tanzhur nafsummaa qaddamat lighad (QS;59:18). Artinya: Wahai org-org yg beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yg telah diperbuatnya utk hari esok (akhirat).

Sudahkah kita membuat perencanaan yg baik utk kehidupan akhirat kita?

Pesan 20 Ramadhan 1437H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s